Hi, It’s Me Again

I’m sorry for I’m not an easy person to be with

Aysel Larasaty
1 min readAug 20, 2023

Jadi hari ini adalah sekian kalinya dalam hidupku, aku merasa gagal dalam menjadi wujud di relasi persahabatan atau setidaknya memastikan keberadaan diriku dalam beberapa momen penting kehidupan teman dan sahabat.

Gimana ya, gue menilai hal ini sebagai kelemahan yang sampai sekarang cukup sulit untuk gue atasi. Rasanya masih sulit berempati kepada orang lain ketika mereka sedih, padahal dengan tahunya gue tentang berita kedukaan atau kesedihan yang menimpa teman gue, gue juga merasa sedih. Tapi gue gak menunjukkan kesedihan gue itu, jadinya mungkin dia gak merasa gue sedih dan berempati terhadap apa yang dia alami.

Begitu juga ketika teman dan sahabat gue menerima kabar bahagia. Oh, I’m sick of this. The maximum response I gave was “Alhamdulillaah, I’m so happy for you” atau semisal gue juga hadir di sana tapi gue juga merasa gue gak ada untuk temen gue. Like, I didn't give any affirmation words or anything. I was trying to say nice words like, “Keren juga lo bisa kerja di US, selamat ya” but I held it because I’m afraid that she might not think that was a happy and grateful feeling of mine.

I did even think 1000 times to write a condolence message and deleted it after a few minutes because I think that my message would have been mistaken as something else other than sorrow, even though I do feel it.

I’m just bad at expressing things.

--

--

Aysel Larasaty

Engineer who is also a social science & Islamic studies enthusiast.