Godaan Setan Agar Manusia Menunda-nunda Hidayah

The cost of indiscipline is expensive

Aysel Larasaty
1 min readAug 1, 2022

Pembahasan mengenai keikhlasan sebelumnya tentu tidak akan dilakukan dengan mudah. Oleh sebab itu, dalam menuntut ilmu itu harus bersabar dan belajar pada guru yang benar. Ujian utama dalam menuntut ilmu adalah kedisiplinan dan cara agar bisa melakukan hal baik dengan disiplin adalah menguji hawa nafsumu.

Imam Al Ghazali mengatakan bahwa kalau hati kita sudah dalam kondisi condong kepada hidayah dan nafsumu juga sudah mulai taat (dibimbing dengan ilmu) dan sudah tidak lagi melawan. Maka silakan naik ke jenjang berikutnya. Namun kalau kamu dapatkan hatimu masih menunda-nunda terhadap amalan (apa yang dituntut dari ilmu), menganggap masih banyak waktu dan kesempatan, tidak bergegas untuk menunaikan amanah ilmu. Maka ketahuilah, bahwa nafsumu untuk menuntut ilmu itu masih nafsu amarah bii su’ (nafsu yang mengajak pada hal yang tercela). Maka proses yang harus dilakukan para penuntut ilmu tersebut adalah melakukan Tazkiyatun Nafs.

Sikap menunda-nunda hidayah yang dimaksud di antara lain malas beramal, hanya menginginkan prestige atau kehormatan atau pujian sebagai penuntut ilmu dan memiliki niat selain menggapai ridho Allah. Para penuntut ilmu wajib mewaspadai sikap-sikap tersebut karena jika dituruti maka mereka tanpa sadar akan mengikuti langkah-langkah setan lalu setan akan mengikatnya dengan tipuan dan akhirnya berujung pada kebinasaan.

Orang-orang yang yang mengikuti langkah-langkah setan akan tersesat, hal ini termaktub pada QS. Al Kahfi : 104, “(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.”

--

--

Aysel Larasaty

Engineer who is also a social science & Islamic studies enthusiast.